Curup, 11 September 2026 — Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup terus memperkuat komitmennya dalam membangun budaya mutu dan meningkatkan kualitas tata kelola pendidikan melalui Penyusunan Dokumen Pendukung Sertifikasi ISO 21001:2018 Tahap II. Kegiatan yang berlangsung pada 9–11 September 2026 tersebut dipusatkan di Smart Room Fakultas Tarbiyah IAIN Curup.
Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. H. Sugeng Listyo Prabowo, M.Pd. dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai narasumber sekaligus pendamping dalam proses penyusunan dan penyempurnaan dokumen pendukung ISO 21001:2018.
Kegiatan diikuti oleh Wakil Rektor I IAIN Curup, Dr. Eka Apriani, M.Pd., bersama Tim Penyusunan Dokumen Pendukung Sertifikasi ISO 21001:2018. Tahap II ini merupakan langkah lanjutan untuk memperkuat sistem manajemen organisasi pendidikan, memastikan kesiapan dokumen, serta membangun budaya mutu yang diterapkan secara konsisten di lingkungan IAIN Curup
Dalam pembukaan kegiatan, Dr. Eka Apriani menyampaikan apresiasi atas kehadiran Prof. Sugeng yang secara langsung memberikan pendampingan kepada tim IAIN Curup.
“Kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Prof. Dr. H. Sugeng Listyo Prabowo, M.Pd. yang telah berkenan hadir di IAIN Curup. Kehadiran Prof. Sugeng tentu sangat berarti bagi kami, khususnya dalam memberikan pendampingan dan penguatan kepada tim agar penyusunan dokumen pada tahap kedua ini dapat semakin terarah, sistematis, dan sesuai dengan standar yang dipersyaratkan,” ujar Dr. Eka.
Menurutnya, proses menuju sertifikasi ISO 21001:2018 tidak semata-mata berkaitan dengan kelengkapan dokumen administratif. Lebih dari itu, penerapan standar tersebut diharapkan mampu membangun sistem kerja yang konsisten sekaligus menumbuhkan budaya mutu pada seluruh lini pelayanan pendidikan.
“Yang ingin kita bangun bukan hanya kelengkapan dokumen, tetapi juga kesamaan komitmen untuk menghadirkan tata kelola dan pelayanan pendidikan yang semakin baik. Dokumen yang kita susun harus benar-benar dapat diterapkan dan menjadi pedoman dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” tambahnya.
Sementara itu, dalam pemaparannya, Prof. Dr. H. Sugeng Listyo Prabowo, M.Pd. menekankan pentingnya pemahaman bersama seluruh unsur organisasi terhadap sistem manajemen organisasi pendidikan. Menurutnya, implementasi ISO 21001:2018 tidak boleh berhenti pada pemenuhan persyaratan dokumen, tetapi harus diwujudkan dalam praktik tata kelola dan pelayanan pendidikan.
“Dokumen bukan sekadar untuk memenuhi persyaratan sertifikasi. Hal yang lebih penting adalah bagaimana dokumen tersebut dipahami, dilaksanakan, dievaluasi, dan menjadi bagian dari budaya kerja organisasi. Karena itu, setiap unsur perlu memiliki pemahaman dan komitmen yang sama terhadap mutu,” pesan Prof. Sugeng.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh unsur organisasi dalam penerapan sistem manajemen mutu. Pembagian tugas yang jelas, dokumentasi yang tertib, evaluasi berkala, serta perbaikan berkelanjutan menjadi bagian penting agar standar yang dibangun dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan.
Selama kegiatan berlangsung, tim IAIN Curup melakukan pemaparan, pendampingan, penelaahan, serta penyempurnaan terhadap dokumen pendukung yang telah disusun. Proses tersebut dilakukan untuk memastikan adanya keterkaitan antara dokumen, pelaksanaan kegiatan, serta bukti implementasi pada masing-masing unit kerja.
Melalui ISO 21001:2018 Tahap II ini, IAIN Curup terus mendorong terbentuknya sistem manajemen pendidikan yang lebih terstandar, terukur, dan berorientasi pada peningkatan mutu secara berkelanjutan.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan kelembagaan IAIN Curup dalam menghadapi dinamika pendidikan tinggi dan mempersiapkan transformasi institusi ke depan. Dengan penguatan sistem manajemen dan budaya perbaikan berkelanjutan, IAIN Curup berkomitmen menghadirkan tata kelola yang profesional serta layanan pendidikan yang bermutu, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan para pemangku kepentingan.
